share button

Senin, 09 Mei 2011

Khotbah Jum'at Tentang Akhlak

Ali Abid / XI TKJ1 / 05


BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIMI


ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUHU


INNALHAMDULILLAAH, NAHMADUHUU
WA NASTA’IINUHUU WA NASTAGHFIRUHU
WA NA’UUDZUBILLAAHI MIN SYURUURI ‘ANFUSINAA
WA MIN SYAYYI-AATI A’MAALINAA
MAN YAHDILLAAHU FALAA MUDHILLALAHU
WA MAN YUDHLILHU FALAA HAADIYALAHU


ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAAHU
WA ASYHADU ANNAA MUHAMMADAN ‘ABDUHUU WA RASUULUHUU
LAA NABIYYA BA’DAHU


ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SYAYYIDINAA MUHAMMADIN
WA ‘ALAA AALIHII WA SHAHBIHII ‘AJMA’IIN


FA-UUSHIIKUM WA NAFSII BIT TAQUULLAAH
QAALALLAAHU TA’AALA FIIL QUR’AANIL KARIIM
A’UUDZUBILLAAHI MINASY SYAITHOONIR RAJIIM
YAA AYYUHAL LADZIINA ‘AAMANUU
ITTAQUULLAAHA HAQQAA TUQAATIHI
WA LAA TAMUUTUNNAA ILLAA WA ANTUM MUSLIMUUN

WA QAALALLAHU TA’AALAA FIL QUR’AANIL KARIM
AUDZUBILLAAHIMINA SY SYAITOON NIRROJIIM …


amma ba’du

Akhlak menurut Syekh Ibnu Maskawaikh, dalam kitabnya Tahdziibul Akhlak, beliau mengatakan bahwa : Akhlak adalah sikap mental yang mengeluarkan aktivitas perbuatan dengan cara mudah dan tanpa berfikir panjang. Sikap mental yang terealisasikan dalam aktivitas sehari-hari sebagai cermin dari mental dalam kehidupan. Inilah yang disebut Akhlak. Sehingga akhlak bisa dinilai baik atau buruk. Para ahli akhlak menyebutkan akhlak mahmudah(terpuji) dan akhlak madzmumah (tercela). Sikap mental inilah yang kemudian menjadi pegangan bahwa inilah yang sebetulnya disebut akhlak atau sikap mental. Bukan semata-mata perbuatan. Sehingga ada perbuatan yang akhlaky yakni perbuatan yang menjadi cermin dari pribadi seseorang, apakah baik, atau buruk.

Akhlak terpuji dan tercela ini mungkin menjadi kabur menurut pemahaman orang, karena standart baik dan buruk itu relatif. Ada yang memahami dengan standart agama, standart sosial, lingkungan atau komunitas tertentu, atau trend zaman tertentu. Maka kadang orang menyebut baik pada waktu tertentu, mungkin buruk pada waktu yang lain. Baik pada tempat tertentu belum tetntu baik di tempat lain. Adapun terpuji menurut agama Islam adalah sesuatu yang oleh syariat Islam dinyatakan baik dan dipuji oleh Allah dan RasulNya. Setidaknya menurut syariat dhohir agama Islam, bahwa pelaksanaan aktivitas tertentu itu adalah sesuai atau minimal tidak bertentangan dengan apa yang dipraktekkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Tetapi yang lebih penting dalam rangka peningkatan akhlak sebagai seorang mukmin, maka yang disebut terpuji ini adalah terpuji yang memenuhi standart syariat bathin dari agama Islam yang disebut dengan ihsan. Ihsan sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW : Sesuatu aktivitas yang kita sebagai presentasi menghambaan kita kepada Allah yang seolah-olah kita melihat Allah, Allah hudhur dihadapan kita, kita betul-betul dalam keadaan dialogis dengan Allah dalam setiap peribadatan kita, kalau tidak bisa seperti itu, maka minimal kita seakan-akan kita dipatau oleh Allah. Kalau seseorang sudah bisa berbuat betul-betul dalam kondisi seolah-olah berhadapan dengan Allah, maka inilah yang disebut dengan seorang muhsin (baik menurut Allah) dan inilah kebaikan yang mutlak.

Ada satu contoh akhlak terpuji yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka mulyakanlah tamunya.jadi bentuk penghormatan kepada tamu, yang menjadi cermin dari citra diri seseorang. Jika setiap tamu tahu dan bersaksi bahwa ada orang yang ahli hormat tamu, maka berarti dia telah melaksanakan akhlak yang terpuji menurut Rasulullah SAW. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berbuat baik kepada tetangganya. Ini juga merupakan citra diri. Tetangga akan bersaksi bahwa seseorang merupakan tetangga yang baik dan menghormati mereka maka dia telah memiliki akhlak yang mulia yang berupa perbuatan baik kepada tetangga. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya berkata baik atau kalau tidak bisa hendaknya diam. Khair adalah meliputi perbuatan baik dan benar. Sehingga kalau seseorang disaksikan masyarakat bahwa dia adalah ahli berkata jujur dan benar dan ahli menyenangkan orang, maka dia telah memiliki akhlak yang terpuji.

Rasulullah SAW juga bersabda tentang akhlak tercela yang harus dihindari : Ada tiga hal yang barang siapa melakukan tiga hal ini, maka dia adalah munafiq. Walaupun dia rajin puasa, shalat, haji, umrah dan mengatakan bahwa dia muslim. Pertama, apabila dia berkata, berdusta. Kedua, kalau dia berjanji, mengingkari. Ketiga, apabila dia diamanati, berkianat. (HR Muslim).

Ketiga hal inilah yang harus dihindari terus, karena ini adalah suatu perbuatan yang tercela. Menurut siapapun yang dihadapi. Wallahu a’lam


BARAKALLAHU LII WA LAKUM FILL QUR’AANIL AZHIIM
WA NAFA’NII WA IYYAKUM BIMA FIIHIMAA MINAL AAYAATI WA DZIKRIL HAKIIM
WA NAFA’ANAA BI HADII SAYYIDAL MURSALIIN
WA BIQAWLIHIIL QAWIIM AQUULU QAWLI HAADZA
WA ASTAGHFIRULLAAHAL ‘AZHIIM LII WA LAKUM
WA LII SYAA-IRIL MU’MINIINA WAL MU’MINAAT
WAL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAAT MIN KULLI DZANBII
FASTAGHFIRUUHUU INNAHUU HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM
WA INNAHUU HUWAL GHAFUURUR RAHIIM

Khutbah kedua

ALHAMDULILLAH,
ALHAMDULILLAAHI HAMDAN KATSIIRAAN THAYYIBAN MUBAARAKAN FIIHI
KAMAA YUHIBBU RABBUNAA WA YURIIDHUU
WA ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU
WA ASYHADU ANNAA MUHAMMADAN ‘ABDUHUU WA RASUULUHU
SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WA ‘ALAA AALIHII WA SHAHBIHI WA SALLAM
TASLIIMAN KATSIIRAN ILAA YAUMID DIIN
AMMA BA’DU
FATTAQUULLAAHU HAQQUT TAQWAA KAMAA AMAR

IBAADALLAAH INNALLAAHA AMARAKUM BI AMRI BI DA-AAFIATI BINAFSIHI
WA TSANII BIMALAAIKATIHIL MUSABBIHATI BIQUDSIHI
WA TSULLATSAA BIKUM AYYUHAL MU-MINUUNA MIN JANNATI WA INSIHI
FA QAALALLAAHU QAWLAN KARIIMAN
INNALLAAHA WA MALAAIKATAHUU YUSHALLUUUNA ‘ALAN NABII
YAA AYYUHAL LADZIINA ‘AAMANUU SHALLUU ‘ALAIHI WA SALLIIMU TASLIIMAA
ALLAAHUMMA SHALLI WA SALLIM WA BAARIK ‘ALAA ‘ABDUKAA WA RUSUULIKAA MUHAMMAD
WA ARIDHALLAAHUMMA ‘AN KHULAFAA-UR RAASYIDIIN
ABI BAKRI WA ‘UMAARA WA ‘UTSMAANA WA ‘ALII
WA ‘AN SYAA-IRIL AALI WASH SHAHAABATI AJMA’IIN
WAT TAABI’IINA WAT TAABI’IT TAABI’IINA
WA MAN TABI’AHUM BI IHSAANIN ILAA YAUMID DIIN
WA ‘ALAINA MA’AHUM BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN


ALLAHUMMAGH FIR LIL MU’MINIINA WAL MU’MINAAT WAL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAAT
AL-AHYAA-I MINHUM WAL AMWAAT INNAKAS SAMII’UN QARIIBUN MUJIIBUD DA’WAT
WA YAA QAADHIYAL HAAJAAT
ALLAHUMMA INNA NAS-ALUKA DAULATAN KHILAFATAN RASYIDATAN ‘ALA MINHAJI AN-NUBUWWAH
ALLAHUMMA INNA….


RABBANAA AATINAA FID DUN-YAA HASANAH WA FILL AAKHIRAATI HASANAH WA QINAA ‘ADZAABAN NAAR


INNALLAAHA YA-MURUU BIL ‘ADLI WAL IHSAAN
WA IITAA-I DZIL QURBAA
WA YANHAA ‘ANIL FAHSYAA-I WAL MUNKARI WAL BAGHYI
YAIZHZHUKUM LA’ALLAKUM TADZAKKARUUN
FADZKURULLAAHA ‘AZHIIMI WA YADZKURKUM
FASTAGHFIRULLAAHA YASTAJIB LAKUM
WASYKURUUHU ‘ALAA NI’MATIL LATII
WA LADZIKRULLAAHU AKBARU
WA AQIIMISH SHALAH









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan !!

ptc